Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2016

The First Five Years: 100 Hal yang Istri Perlu Tahu

Another food for thought! Asik! Judul tulisan ini adalah judul sebuah buku yang jadi salah satu penghuni baru rak bukuku. Ini buku karangan Dewi Dewo dan Nies Endang terbitan Kompas. Mereka ini pengarang yang sama dari buku lain berjudul "Let's Get Married: 100 Hal yang Cewek Perlu Tahu". You know what, dua buku itu harganya cuma 20.000 in total (harga normal 48k sama 65k). Jadi ceritanya aku mampir ke Bentara Budaya setelah menjalani seleksi Kalbe Farma yang oh tidaaak dan lagi ada bazar buku super murah *nggak kuat adek sama diskonan* akhirnya beli dua buku tadi. Lumayan nambah-nambah koleksi buku. Berhubung aku baru baca yang The First Five Years, so aku nggak akan bahas buku satunya.  Menurutku, dari segi tampilan, buku ini oke banget. Covernya cukup menarik, desain dalamnya unik dan nggak full tulisan semua pojok-ke-pojok jadi nggak boring. Tapi namanya buku, don't judge by its cover kan yaa.. Setelah dibaca.. Wow! Buku ini membuka pikiran banget tentang realita...

Untuk Ibuk

Malam itu aku bertemu ibuk dalam mimpi. Entah kenapa kali ini ibuk jauuuh lebih muda dan terlihat cantiiiiiik sekali. Ibuk pakai jilbab dan baju baru yang bagus. Tapi bukannya aku memeluk dan menciummu, aku malah bertanya ibuk mau kemana? Kemudian Ibuk cuma senyum lalu pergi. Bodohnya dimimpi itu aku justru berpikir ibuk mau berangkat arisan sosialita! haha 22 Desember. Selamat hari ibu untuk semua ibu di manapun berada. Aku sendiri belum pernah ngasih ucapan selamat hari ibu buat ibuku. Jangankan hari ibu, hari ulang tahunnya aja tidak. Mungkin dulu masih terlalu kecil untuk mengerti. Mungkin bunga yang aku petik dari halaman rumah waktu itu adalah kado pertama dan terakhir dariku untukmu, ibuk. Seandainya dulu aku sudah mengerti, aku akan lebih proper merayakan hari ibu dan ulang tahunmu. Ah, buat apa berandai-andai. Aku tidak menyesal sama sekali. Setidaknya aku bersyukur sudah merasakan cinta kasihmu hampir dua belas tahun lamanya. "Ibuk sayang ufi?" pertanyaan manja yang...

Ingin Memperbaiki IPK?

Hai kawula muda! Disini aku akan berbagi beberapa tips yang semoga aja bisa bantu kalian meraih target IPK. Ya walaupun aku emang nggak lulus dengan IPK super tinggi, tapi alhamdulillah IPKnya cukup lah untuk bisa dapet selempang cumlaude wkwk. Ini semua karena aku sempat jadi mahasiswa ber-IPK terpuruk pas awal kuliah, sampai aku dapat nasehat dari DPA super baik namanya Pak QQ. Semenjak itu aku mencoba bangkit, so.. Here's some tips for you guys! 1. Niat Amal itu bergantung dengan niat ye kan. Pertama harus luruskan dulu niat kamu kalau ingin memperbaiki IPK. Harus kamu pegang teguh niatmu, niat bisa jadi pengingat buat kita kalau mulai lelah, apasih tujuan awal memperbaiki nilai. 2. Set the target  Tentukan goals kamu. Kamu ingin lulus dengan IPK berapa. Target ini akan jadi motivasi kamu supaya usahanya jelas dan sungguh-sungguh. 3. Work Smart Ini tips dari DPA aku. Setelah kamu set target IPKmu, kamu mulai deh buka excel dan bikin kalkulasinya. Buat tabel yang isinya semua daf...

(calon) Apoteker Belajar Komunikasi Kuyy!

Sebagai calon salah satu tenaga kesehatan (Apoteker) aku masih harus banyak belajar masalah komunikasi. Apalagi diriku skill basa-basinya minim banget-banget. Padahal masalah komunikasi itu ternyata sangat penting banget sekali di bidang kesehatan. Komunikasi ini ternyata dampaknya terpampang nyata terhadap adherence dari pasien itu sendiri, yang ujung-ujungnya akan berpengaruh pada tercapainya tujuan terapi. Hmmm… Makanya jangan meremehkan pelajaran yang kayaknya kok “Cuma” komunikasi aja. Kan sebagai tenaga kesehatan (re: Apoteker) kita harus berorientasi pada pasien. Ya walaupun skill berkomunikasi itu harus dilatih terus sih, nggak Cuma mengandalkan teori di kelas. Hehe Ngomong-ngomong tentang hubungan komunikasi dengan adherence pasien, aku mau bahas yang namanya adherence. Apasih adherence ? Kepatuhan kah? Trus bedanya dengan compliance dan concordance apa dong? Ada sebuah artikel dari NCSDO tahun 2005 ynag judulnya “ Concordance, Adherence, and Compliance in Medicine Taking ” ya...