Langsung ke konten utama

Ayam Pek Cam Ke


Ayam pek cam ke itu masakan yang enak dan sangaaat simple cocok buat pemula. Aku suka banget sama masakan rebus ini karena rasanya sederhana tapi mengen :" Keliatan dari namanya, Ayam pek cam ke ini masakan Chinese tau! Nama aslinya 白切鸡 (baca: báiqiējī). Di Indonesia nggak tau deh kenapa disebutnya pek cam ke. Mungkin logat Hokkien kali ya... Soalnya kalo Hokkien bacanya jadi "pe̍h-tshiat-ke" kan deket-deket tuh sama "pek cam ke" *maksa*. Pek cam ke atau báiqiējī terdiri dari tiga karakter yaitu, bái (白) yang artinya putih. Sedangkan qiē (切) berarti potong. Lalu kalo  jī (鸡) artinya ayam. Jadi 白切鸡 artinya ayam potong putih *haha 😂 ngawur* . Pokoknya intinya ini masakan ayam yang penyajiannya emang dipotong-potong trus warnanya putih karena masaknya cuma direbus. Nggak usah kebanyakan fafifu nih aku share cara bikinnya.

Bahan :
Ayam
Jahe
daun bawang
Bawang 
Garam
minyak wijen
Merica

Pelengkap: 
Bawang putih, cincang goreng
Kecap asin
Minyak Wijen
Daun ketumbar (cilantro) 

Langkah:
1. Kalo aku mah tinggal masuk-masukin aja haha. Pokoknya ayamnya direbus bersama bahan-bahan yang lain. 

Tips merebus:
Rebuslah dua kali. Rebusan pertama akan keluar kotorannya yang kayak buih itu. Rebusan kedua dengan api kecil supaya air kaldunya tetap jernih (kalo mau diambil). Bahan-bahan yang lain dimasukkannya pas rebusan yang kedua. Trus setelah ayamnya sudah matang, katanya sih didiamkan sekitar 10 menit baru dimasukkan ke air es biar bisa mengkilap gitu. Tapi aku nyoba gak mengkilap hmm. 

2. Ayamnya dioles minyak wijen + kecap asin *kalo aku asal tuang aja lol*

3. Trus baru deh dipotong-potong dan ditata di atas daun ketumbar. Eh tapi aku nggak suka daun ketumbar :( jadi aku malah pake daun seledri 😂 *haha jangan ditiru ya! Aslinya pake daun ketumbar*

4. Taburin bawang putih goreng banyak-banyak! 

5. Kalo udah jadi, baru dimakan deh. Yum! Eh sebelum makan jangan lupa berdoa dulu. Kalo mau difoto-foto dulu boleh...buat update sosmed ya kan :p

Oiya, resep di atas berdasarkan liat-liat YouTube dan googling sana sini. Kalo mau cara yang baik dan benar, ini ada satu referensi yang oke banget: http://aku-bisamasak.blogspot.co.id/2014/09/ayam-pek-cam-kee-ayam-rebus.html?m=1

Kuyy! Selamat mencoba! Karena sebagai wanita, apapun pekerjaan kita dan setinggi apapun pendidikan kita, pada akhirnya kita akan menjadi seorang ibu yang harus bisa memastikan nutrisi bagi anak dan suami kelak :" kalo sekarang belum bisa masak, ya belajar dikit-dikit. Kalo udah bisa masak, tapi nggak ada yang dimasakin ya.... yaudah mau gimana.... sabar aja dulu dan terus belajar perbaiki ini itu :" kok malah jadi baper :" dah ah. Bhay.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Bahasa Mandarin

Susahnya cari tempat les bahasa Mandarin yang affordable di Jogja. Beberapa teman-temanku yang tanya dimana aku belajar bahasa Mandarin harus kecewa karena tempat les ku udah gulung tikar. Kalaupun ada biasanya susah buat lanjut ke level-level selanjutnya karena kekurangan quota. Kalau mau yang agak mahalan sih ada, bisa privat tanpa nunggu kuota. Tapi kan ya... you know lah, cari duit gak gampang wkwk. Aku sendiri beruntung pas SMA bisa merasakan belajar Mandarin, dapat teman orang China, dan merasakan les yang gak mahal sampe akhirnya bisa dapetin HSK walaupun borderline nilainya wkwkw. Belajar Mandarin itu susah-susah gampang. Gampangnya karena struktur kalimatnya gak gitu jauh dengan Bahasa Indonesia dan nggak ada gender kayak beberapa bahasa lain. Susahnya karena huruf di Mandarin itu non-alphabetic, tiap benda/kata ada hurufnya (character) tersendiri dan dengan character berbeda (arti berbeda) pengucapannya bisa aja sama. Belum lagi ada empat macam "nada" dalam pengucap...

dance #2

Another style of Javanese dance: Javanese dance Yogyakarta style. I  like this dance style, i've been learning it since high school and i fall in love with it!  And... I was watching this dance show at Bangsal Sri Manganti, Yogyakarta palace last week. There were 3 dances performed. All the dancers and pengrawit  (gamelan player) were students from swagayugama UGM. 1. Golek Sulung Dhayung This dance tells about a teenage girl. She is doing her make up as visualized in dressing movements: combing hair, tidying up her ribbon, applying face powder. The girl still has child characteristic that's why some movements of this dance are energetic. too bad i didn't take any pic of this dance :( update:  pics  of this dance but from another show 2. Bedhaya Sapta This dance was created by Sri Sultan Hamengku Buwana IX,  The 9th King of Ka sultanan Yogyakarta . This dance is performed by seven dancers, as its name, sapta which means seven. Bedhaya Sapta tells abou...