Susahnya cari tempat les bahasa Mandarin yang affordable di Jogja. Beberapa teman-temanku yang tanya dimana aku belajar bahasa Mandarin harus kecewa karena tempat les ku udah gulung tikar. Kalaupun ada biasanya susah buat lanjut ke level-level selanjutnya karena kekurangan quota. Kalau mau yang agak mahalan sih ada, bisa privat tanpa nunggu kuota. Tapi kan ya... you know lah, cari duit gak gampang wkwk. Aku sendiri beruntung pas SMA bisa merasakan belajar Mandarin, dapat teman orang China, dan merasakan les yang gak mahal sampe akhirnya bisa dapetin HSK walaupun borderline nilainya wkwkw.
Belajar Mandarin itu susah-susah gampang. Gampangnya karena struktur kalimatnya gak gitu jauh dengan Bahasa Indonesia dan nggak ada gender kayak beberapa bahasa lain. Susahnya karena huruf di Mandarin itu non-alphabetic, tiap benda/kata ada hurufnya (character) tersendiri dan dengan character berbeda (arti berbeda) pengucapannya bisa aja sama. Belum lagi ada empat macam "nada" dalam pengucapan kata-kata dalam bahasa Mandarin, salah nada bisa bikin artinya beda! Ribet? Lumayan sih... misalnya aja : 吻 (dibaca "wen" pake nada ketiga) artinya cium sedangkan 问 (dibaca "wen" pake nada keempat) artinya tanya. Itu masih ada pembeda ya berupa nada, ada lo yang pengucapan dan nadanya sama tapi artinya berbeda wkwk. Nah, untuk masalah huruf, dalam bahasa mandarin disebut Hanzi. Berhubung tiap kata/benda ada hurufnya tersendiri jadi ya harus menghafal buanyaaaak buanget huruf plus cara penulisannya. Soalnya ada step-stepnya dalam menulis Hanzi.
Tapi aku habis liat video di TED talks, ternyata ada hack nya buat menghafal Hanzi. Jadi, Hanzi itu pada dasarnya adalah gambar yang make sense kalo itu menerangkan suatu benda/kata. Kata mbak Shao Lan di TED talks, kita hanya butuh mengerti building blocks yang mendasar seperti di gambar ini:
Building blocks di atas dari kiri ke kanan, adalah: api, pohon, matahari, bulan, bawah: orang, mulut, pintu gunung. Nah, dari karakter-karakter itu bisa membentuk kata baru. misalnya: api (火) + gunung (山) jadi gunung berapi (火山) atau pohon (木) kalo banyak jadi hutan (森). Lucu kaaan. Lebih lengkapnya bisa liat di TED talks judulnya Learn to Read Chinese with ease. Atau bisa belajar di https://www.chineasy.com/
Belajar Mandarin itu susah-susah gampang. Gampangnya karena struktur kalimatnya gak gitu jauh dengan Bahasa Indonesia dan nggak ada gender kayak beberapa bahasa lain. Susahnya karena huruf di Mandarin itu non-alphabetic, tiap benda/kata ada hurufnya (character) tersendiri dan dengan character berbeda (arti berbeda) pengucapannya bisa aja sama. Belum lagi ada empat macam "nada" dalam pengucapan kata-kata dalam bahasa Mandarin, salah nada bisa bikin artinya beda! Ribet? Lumayan sih... misalnya aja : 吻 (dibaca "wen" pake nada ketiga) artinya cium sedangkan 问 (dibaca "wen" pake nada keempat) artinya tanya. Itu masih ada pembeda ya berupa nada, ada lo yang pengucapan dan nadanya sama tapi artinya berbeda wkwk. Nah, untuk masalah huruf, dalam bahasa mandarin disebut Hanzi. Berhubung tiap kata/benda ada hurufnya tersendiri jadi ya harus menghafal buanyaaaak buanget huruf plus cara penulisannya. Soalnya ada step-stepnya dalam menulis Hanzi.
Tapi aku habis liat video di TED talks, ternyata ada hack nya buat menghafal Hanzi. Jadi, Hanzi itu pada dasarnya adalah gambar yang make sense kalo itu menerangkan suatu benda/kata. Kata mbak Shao Lan di TED talks, kita hanya butuh mengerti building blocks yang mendasar seperti di gambar ini:
![]() |
credit to: http://creativeroots.org/2013/05/learn-chinese-with-chineasy-characters/ |
Nǐ hǎo, salam dari sesama pelajar bahasa mandarin
BalasHapusNi hao! 祝你研究顺利
Hapus